Selidiki Pencemaran Sungai Cileungsi, Ombudsman Temukan 48 Perusahaan Tak Berizin

Berita Terkini


Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG – Ketua Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P. Nugroho mengaku sudah melakukan rangkaian pemeriksaan terkait pencemaran Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Ia menjelaskan bahwa saat melakukan peninjauan ke lokasi, pihaknya menemukan 48 perusahaan tanpa izin yang membuang limbah ke Sungai Cileungsi.

“Beberapa sudah disegel. Tapi karena yang menyegel PPNS (Pejabat Penyidik Negeri Sipil) yaitu Satpol PP, jadi nyegelnya itu tidak tahu mana yang harus disegel. Dari situ ternyata 48 perushaan yang tak berizin ini masih buang limbah ke Sungai Cileungsi,” kata Teguh saat ditemui TribunnewsBogor.com di Sentul Bogor, Rabu (5/12/2018).

Setelah meninjau ke lokasi, kata dia, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tingkat Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat kemudian tingkat Kementrian LHK dalam Ditjen Gakhum dan pembinaan.

Ia mengaku menemukan bahwa Dinas LHK Kabupaten Bogor sama sekali tak memiliki PPLH (Pejabat Penyidik Lingkungan Hidup) yang berfungsi sebagai penyidik kejahatan lingkungan.

Bahkan dalam satu Provinsi, masih Teguh, ia menemukan hanya ada 4 petugas PPLH.

“Bayangkan di Kabupaten Bogor ada 2600 perusahaan tidak ada PPLH satu orang pun. Se-Provinsi Jabar itu cuma ada 4 orang PPLH, tidak mencukupi. Harusnya ada tindakan dari LHK Kabupaten, Provinsi, Kementrian LHk, minimal 48 perushaaan harua sudah ditutup,” katanya.

Selain itu, Teguh menjelaskan bahwa penyelidikan terhadap pencemaran Sungai Cileungsi masih berlangsung.

“Minggu depan LHAP (laporan hasil akhir penyelidikan) ini akan kami selesaikan dan sampaikan ke publik,” ungkapnya.

sumber : tribunnews.com


loading...

Baca Lagi
close