Pilpres 2019 di Mata Aa Gym


BANDUNG, (PR).- Tokoh ulama Kota Bandung Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) berharap Pemilihan Presiden 2019 menjadi perlombaan keteladanan tokoh dalam mempertontonkan kebaikan kepada khalayak. Perilaku tokoh, pendukung, dan warga yang antusias dalam pilpres berpengaruh besar dalam mengubah kehidupan masyarakat Indonesia.

KAOS ANAK MURAH ⚡TERMURAH⚡ KAOS ANAK BumbleBee Oshkosh

“Dan rakyat itu bisa melihat, oh, begini nih perilaku para elite politik tuh, ternyata jadi tauladan bagi kita. Warisan terbesar dari pilpres ini adalah keteladanan yang baik bagi masyarakat. Jangan sampai pilpres ini jadi pertandingan yang mempertontonkan keburukan-keburukan akhlak,”- ujar Aa Gym, di Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Bandung, Jumat, 10 Agustus 2018.

Pernyataan itu ia ungkapkan menjawab pertanyaan jurnalis terkait diresmikannya Joko Widodo-Amin Ma’ruf dan Prabowo Subianto-Sandiaga Solehudin Uno, sebagai calon presiden dan calon presiden pada Pilpres 2019 mendatang.

Aa Gym menambahkan, pilpres ini harus menjadi sesuatu yang menggembirakan dan membahagiakan bagi seluruh masyarakat. Perjalanan menuju pemimpin negara merupakan proses tanggung jawab untuk membuat bangsa ini lebih baik.

“Kayak 17 Agustusan. Makanya jangan disebut pertandingan. Kalau pertandingan itu kecenderungannya saling memiting, memukul, menjatuhkan, melemahkan, bahkan menghancurkan. Tetapi kalau perlombaan, fastabikul khairat, masing-masing berlomba untuk memberikan yang terbaik,”- tuturnya.

Ia menganalogikan pilpres itu dengan perlombaan lari. Seorang atlet tentu tidak pernah merencanakan dan menjatuhkan lawannya. Dalam perlombaan renang, peserta tidak pernah berpikir untuk menenggelamkan lawannya.

Dalam perlombaan di pilpres ini, kata dia, para tokoh dan pendukung harus bisa memperlihatkan lomba niat yang benar-benar lurus, supaya menjadi amal. Para antusias pilpres juga diharapkan mempertontonkan lomba memberikan ide atau gagasan yang terbaik, lomba memberikan keteladanan masing-masing, hingga lomba memberikan karya-karya terbaik.

“Sehingga nanti tidak ada yang kalah, da yang menang mah sudah tertulis di lauhul mahfudz. Siapa yang jadi capres, cawapres, itu sudah tertulis. Tetapi kalau semua niatnya benar, caranya benar, semuanya menang karena jadi amal saleh,”- ujarnya.

Turun tangan

Banyak yang mempertanyakan posisi Aa Gym selama pilpres. Aa menjelaskan, ia akan turun tangan untuk membantu pilpres, agar pilpres ini tidak mengganggu akidah umat. Ia tidak ingin umat Islam menuhankan pilpres dan tokoh yang terlibat di dalamnya.

“Jangan sampai menuhankan pilpres, sehingga ke Allah-nya lupa. Kedua, bantu-bantu agar masyarakat terjaga akhlakul karimah. Jangan sampai gara-gara pilpres terjadi kemerosotan akhlak. Dan yang ketiga ikut bantu-bantu agar menjaga ukhuwah, baik ukhuwah Islamiyah, maupun ukhuwah wathaniyah. Mudah-mudahan kalau begini pilpres itu bener-bener mendewasakan negeri ini termasuk mempersiapkan generasi lebih baik,”- tutur Aa Gym.

Sementara itu, wali kota Bandung terpilih Oded M Danial meminta warga Bandung yang akan meramaikan pilpres untuk tetap menjaga silaturahmi dan kekerabatan antarwarga.

“Saya mengimbau kepada warga Kota Bandung untuk tetap taat azas, normatif, dan santun dalam berpolitik. Sehingga, Bandung tetap menjadi salah satu daerah yang kondusif di saat pilkada atau pilpres,”- ujarnya.

Oded menginginkan suasana politik Kota Bandung yang damai dan demokratis, mirip dengan kondisi saat pilkada serentak yang belum lama usai. Kota Bandung dan Jawa Barat menjadi bukti jika pentas politik bisa disambut antusias, tetapi tetap dapat dijalani dengan santun dengan hubungan baik antarmanusia tetap terjaga.

“Kalau kemarin saat pilkada kita angkanya sudah cukup baik. Angka partisipasi sudah mencapai 60-70%. Nah di pilpres diharapkan angka partisipasinya harus lebih ditingkatkan lagi dengan kondisi tetap kondusif,”- katanya.***

sumber : pikiran-rakyat.com


loading...

Baca Lagi