Pengusaha Sapi di Blok Nambo Pangandaran Diminta Segera Bangun IPAL

Berita Terkini


pengusaha sapi dari blok nambo pangandaran
H. Nurhapi, pengusaha ternak sapi PT. Agro Ternak Mandiri. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (Berita),““ PT. Agro Ternak Mandiri, pengusaha sapi di Blok Nambo Pangandaran memenuhi undangan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran untuk membahas polemik seputar kandang ternak sapi di Blok Nambo, Rabu (15/5/2019).

Bangunan kandang ternak sapi yang berada di blok Nambo, Dusun Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga karena adanya dugaan pencemaran lingkungan. 

Rapat koordinasi yang diintruksikan Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata langsung dipimpin oleh Pj Sekretaris Daerah Drs. Suheryana, Asisten II Drs Ade Supriatna, dan dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pertanian, Camat Mangunjaya serta pejabat lainnya. 

“Ada dua poin penting dari hasil rapat tersebut, yakni pihak perusahaan diwajibkan segera membuat IPAL, yang kedua pihak perusahaan tidak lagi menambah sapi sebelum pengolahan limbah IPAL terselesaikan,”- ungkap Suheryana usai rapat, Rabu (15/5/2019).

loading...

Menurut Suheryana, dari hasil rapat bersama pengusaha ternak sapi menyatakan bahwa PT. Agro Ternak Mandiri yang telah beroperasi sejak tahun 2012 diminta segera membangun IPAL sesuai ketentuan perundangan.

Hal ini, kata Suheryana, sudah sesuai dengan hasil rapat koordinasi dengan Bupati Kabupaten Pangandaran di aula Desa Penanjung pada tanggal 18 Februari 2019 lalu.

Pada Rakor tersebut disepakati bahwa PT. Agro Ternak Mandiri atas nama Fitriyani Agustina diperintahkan untuk segera memenuhi perijinan dan membuat IPAL, serta tidak diperbolehkan menambah populasi sapi kembali sebelum hal tersebut dipenuhi. 

“Namun sampai saat ini pengusaha belum sepenuhnya membangun IPAL, karena kendala tertentu sehingga limbah dari kotoran ternak sapi tidak terkelola dengan baik,”- ujarnya. 

Dengan alasan tersebut, kata Suheryana, maka pihak perusahaan ternak sapi mendapat teguran kembali dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran berdasarkan nomor 660.1/408/DLHK/2019, perihal peringatan pada tanggal 09 Mei 2019.

Karena itu, menurut Suheryana, pengusaha sapi di Blok Nambo Pangandaran harus segera membangun IPAL sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku. Pembangunan IPAL tersebut juga harus selesai dalam jangka waktu paling lambat 3 bulan setelah ditandatanganinya surat pernyataan dari pengusaha ternak sapi.

“Apabila dalam kurun waktu tersebut diatas IPAL tidak dapat diselesaikan, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 dan peraturan pelaksanaannya,”- tegasnya.

Baca juga: LBH SIKAP Temukan Limbah Sapi Dibuang ke Sungai

Sementara H. Nurhapi pengusaha ternak sapi PT. Argo Ternak Mandiri saat ditemui, dirinya mengaku siap untuk membuat intalasi pembuangan limbah sapi sesuai permintaan dari pemerintah daerah, Alasan IPAL belum dibangun menurut Nurhapi, karena kondisi tanah yang masih mengandung air.

“Soalnya kondisi tanah masih banyak airnya sehingga kami kesulitan untuk membuat IPAL,”- ucapnya. 

Nurhapi juga menanggapi, saat ditanya soal status lahan yang dipertanyakan warga untuk membangun kandang sapi.Warga menduga lahan tersebut bukan merupakan lahan pribadi.

“Kata siapa itu tanah negara, orang saya beli ke pemiliknya sudah bersertifikat kok,”- ujar Nurhapi.

Nurhapi juga membantah jika dirinya pernah mengeluarkan uang sebesar 250 juta untuk mengurus perijinan.

“Saya cuma membayar uang retribusi Perijinan sebesar Rp. 96 juta untuk mengurus IMB,”- pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online)

sumber : harapanrakyat

powered by Surfing Waves
loading...

loading...
|
Baca Lagi
close