Pasca Penyesuaian Harga BBM, Nicke Dirut Pertamina Pantau Sejumlah SPBU

Berita Terkini


Pasca Penyesuaian Harga BBM, Nicke Dirut Pertamina Pantau Sejumlah SPBU

KOTA TASIKMALAYA (CM) – Pasca penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada pukul 00.00 waktu setempat (WIT, WITA dan WIB) Ahad (10/02) kemarin, Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, beserta sejumlah Direksinya, melakukan pemantauan ke SPBU Car Wash 3446106 di Jalan Siliwangi No-29 Tasikmalaya. BACA : Tanggal 10 Februari ini, Pertamina Berencana Turunkan Harga BBM Dalam kesempatan itu, Nicke mengatakan, penyesuaian harga BBM tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 19 K/10/MEM/2019 tentang formula harga jual eceran untuk jenis bahan bakar minyak umum jenis bensin dan minyak solar. “Itu kita telah menyesuaikan beberapa perodak dari mulai Pertamax, dan Pertax Turbo Dexslait dan lainnya,” katanya, di Jalan Siliwangi No-29 Tasikmalaya, Ahada (10/02). Dikatakan, komponen utama penentu harga bersifat fluktuatif. Sehingga pihaknya terus melakukan evaluasi harga jual BBM, salah satunya ke SPBU Car Wash Jalan Siliwangi Tasikmlaya. Kata dia, penyesuaian harga bervariasi untuk produk-produk BBM yang dijual Pertamina. Untuk wilayah Jakarta, berikut komposisi harga BBM non subsidi. BACA : Ribuan Warga Tasik Antusias Ikuti Semarak Berkah Energi Pertamina Menurutnya, saat ini pelanggan BBM non subsidi di Indonesia termasuk di Kota Tasikmalaya, terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Tentu pihaknya mengucap terimakasih kepada masyarakat, atas kesadaran untuk menggunakan BBM lebih ramah lingkungan semakin meningkat. “Ternyata bukti telah mengarah pada hasil pantauan di lokasi, telah banyak masyarakat beralih menggunakan prodak BBM Pertamax non subsidi, dan itu berdasarkan bukti nyata dlapangan, kita lihat disini banyak pelanggan BBM non subsidi seperti pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat mengunakan BBM non subsidi,” ujar Nicke. Sebelumnya Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid mengatakan, penyesuaian harga ini ditempuh menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dollar Amerika. Selain itu, Pertamina juga senantiasa memperhatikan daya beli masyarakat. Besaran penyesuaian harga BBM menjadi lebih murah ini bervariasi sampai dengan Rp. 800 per liter. “Penurunan ini, telah sesuai ketentuan Pemerintah, sebagai badan usaha hilir Migas Pertamina tunduk pada mekanisme penentuan harga dengan mempertimbangkan dua faktor utama, yakni harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah,”ujarnya. (Edi Mulyana) sumber : cakrawalamedia

powered by Surfing Waves
loading...

loading...
|
Baca Lagi
close